"Memang, mungkin sebaiknya berakhir saja daripada sakit karena selalu menerka-nerka." ---- Ayu menghembuskan napasnya berat. Ia kembali memikirkan segala hal yang menimpanya. Apalagi, saat ia hendak pulang setelah bicara dengan Arjuna, ia melihat laki-laki dengan postur tubuh yang sama dengan kekasihnya itu tengah berjalan dengan seorang perempuan. Namun, ia tidak mengatakan hal itu kepada kakaknya karena tidak ingin menambah panjang masalahnya. "Adek, okay?" tanya Arjuna dari balik kemudinya. "Fine, Mas. Kenapa tanya gitu?" "Ayu cuma ngantuk aja," jawab Ayu singkat yang langsung kembali memalingkan wajahnya ke arah jendela dan hanya menatap kosong kendaraan yang lalu-lalang. Arjuna tidak mengambil pusing dan memilih kembali fokus menyetir. Lelaki itu juga kini menghidupkan musik pel

