"Jika memang harus berakhir, ya mungkin sudah semestinya. Meski pedih hati harus diterima." ---- Ayu mengusap air matanya terlebih dahulu sebelum masuk ke dalam rumahnya atau bisa saja ia berpapasan dengan sang kakak dan akan ditanyai bermacam pertanyaan. "Kalo lo butuh temen cerita, gue siap kok," ucap Alvian yang mengantar Ayu sampai ke depan pintu. "Makasih, Vian. Gue oke kok." Ayu tersenyum walau terlihat sangat dipaksakan. Ayu mengendap-endap ke dalam rumahnya. Semoga saja ia tidak berpapasan dengan Arjuna ataupun Delima atau ia harus menjelaskan banyak hal. Mata sembabnya tentu tak bisa ia sembunyikan. Meski, air matanya sudah tidak jatuh. Namun, rupanya nasib tak sebaik itu kepadanya. Karena, saat ia baru saja melangkahkan kakinya di tangga kedua, suara Arjuna sudah menginteru

