38. Kepastian

1021 Kata

“Karena berjalan tanpa tujuan yang pasti itu rasanya sangatlah melelahkan.” ---- Ayu mengucek matanya yang masih terasa berat. Ia meraba-raba sekelilingnya yang ternyata itu adalah tempat tidurnya. Ia mengingat-ingat kejadian sebelumnya hingga kesadarannya kembali. Wajahnya panik dan mulai mencari laptop dan buku catatannya hingga ia melihat kedua benda tersebut di atas nakasnya. Ia bisa bernapas lega untuk beberapa menit sampai ia kembali teringat. Siapa yang memindahkannya ke dalam kamar? Dengan wajah yang panik, Ayu menggedor pintu kamar Arjuna dengan sangat keras, tapi tak ada jawaban. Ia segera berlari ke lantai satu dan menemukan sang kakak yang tengah makan buah dengan santainya. “Adek kenapa?” tanyanya. “Mas Juna. Yang pindahin Ayu ke kamar itu Mas Juna, kan?” “Ya iya. Mas yan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN