“Ini bukan tentang seberapa tinggi, tapi tentang seberapa kerasnya usaha seseorang. Apapun itu.” ---- Sandi kembali berkutat dengan kesibukannya yang lumayan menguras tenaganya. Sejak pagi, ia harus mengurus berkas-berkas yang masuk. Mencocokkan data-datanya dan mencoba menghubungi orang-orang yang ternyata belum melengkapi informasinya. Waktu makan siang sudah lewat satu jam dan ia masih saja berkutat dengan pekerjaannya. “Ini orang kenapa gak ada skipnya sih bikin KTP?” gerutu Sandi yang masih bisa didengar rekan sebelahnya. “Kan umur orang gak bisa di pause, Ram.” Fahmi menyahutinya dengan candaan. “Makan siang dulu, weh. Ntar lanjut. Jangan kebiasaan gak makan siang.” “Iya, bentar lagi. Gak liat itu orang antre terus?” Sandi menimpalinya dengan mata yang tidak menatap lawan bicar

