"Ibarat sebuah cerita, kita sudah sampai di mana kata tamat sudah berada di depan mata." ---- "Mas, akhirnya mas Sandi mau ngomong sama ayah," ucap Ayu lirih yang mulai menceritakan semuanya kepada sang kakak. "Ikhlas, kan? Setelah ini, masalah kalian selesai, lho." "Kenapa harus gak ikhlas, Mas? Ya mungkin udah jalannya." Arjuna paham betul bagaimana perasaan sang adik. Wajah lesunya benar-benar menggambarkan situasi yang kontradiktif dengan apa yang diucapkannya. Jelas, Ayu tidak menginginkan hal ini. Namun, adiknya itu sepertinya terlalu kukuh dengan apa yang sudah ia yakini sendiri. Walaupun, hatinya memang tidak dibohongi. "Udah. Jangan dipikirin lagi dong kalo emang ikhlas. Adek semangat. Kalo loyo begini keliatan banget patah hatinya." Ayu mencoba tersenyum meski sangat penuh

