ENAM BELAS Lima tahun kemudian... “Amira! Gimana sama naskah novel yang udah gue kirim via email ke lo? Udah diperiksa?” Teriakan Loli itu membuat Amira menepuk jidatnya dan mendesis. Dengan satu gerakan cepat, Amira membuka emailnya dan buru-buru memindahkan file berisikan naskah novel yang dikirim oleh seseorang dengan niat bisa naik cetak. “Baru lo periksa?” Pertanyaan itu membuat Amira memejamkan kedua mata dan menoleh. Cengiran lebar khas cewek itu menyambut Loli, membuat seniornya itu menghela napas panjang sambil berkacak pinggang. “Maaf, Mbak... gue lupa. Hehe....” “Gue mau minta pendapat dari lo, paham? Makanya gue ngirim naskah itu ke email lo, biar bisa lo baca dan lo koreksi. Kalau menurut gue, is

