#23 (1)

1833 Kata

“Lo bilang apa barusan?” tanya Brian dengan kedua tangan mengepal kuat di sisi tubuhnya dan suara menggeram menahan amarah. “Lo... nyaris dibunuh, Cha?”             Riska hanya bisa terdiam dan menunduk. Tubuhnya gemetar. Dia tidak peduli dengan kasak-kusuk di sekitarnya. Matanya memanas dan air matanya mulai mengalir. Rasa takut itu masih saja menguasai dirinya akibat pengalaman mengerikan yang sempat dia alami karena cowok sialan yang terobsesi padanya itu. Kalau bukan karena Amira yang menolongnya, mungkin saat ini Riska sudah tidak ada di dunia ini lagi.             “Icha! Jawab gue!” seru Brian tanpa sadar. Tanpa sadar juga, Brian mencengkram kedua pundak Riska dan sedikit mengguncangnya, membuat kasak-kusuk yang tadi sempat terdengar, kini semakin terdengar jelas.             “Loh

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN