-Chapter ini terjadi sebelum Altair Sanjaya mulai mengusik kehidupan Amira, Elang, Brian dan Riska- “Ayolah, Amira. Bisa buka dulu pintunya sebentar?” Kalimat Elang itu tidak ditanggapi sama sekali oleh Amira yang baru saja mengunci dirinya di dalam kamar. Hari ini hari Sabtu. Malam Minggu. Amira, Elang, Brian dan Riska baru saja menghabiskan waktu bersama di sebuah mall. Mereka makan malam, nonton di bioskop dan juga mengobrol di salah satu kafe yang lumayan terkenal di dekat kampus mereka dulu. Kemudian, seseorang menyapa Elang. Seorang cewek berparas cantik dan berambut panjang sebahu. Senyumannya begitu menawan, sehingga mampu membuat pengunjung cowok di kafe tersebut menatap ke arahnya dengan tatapan memuja. Namun, Elang dan Brian bersikap biasa saja.

