DELAPAN BELAS Amira mengerang pelan di balik selimutnya. Cewek itu membuka mata dan meringis. Entah sejak kapan, perut kirinya terasa perih dan sakit bukan main. Amira tidak memakan makanan yang pedas dan asam, dan dia juga tidak telat makan. Dia memang sibuk dua hari belakangan ini, tapi jadwal makannya tetap terjaga karena dia memiliki bodyguard super menyebalkan ala neraka, Brian, sang sahabat, ditambah dengan Elang, pacarnya yang baru saja tiba di kota ini setelah lima tahun berada entah di mana. “Ya ampun, sakit banget,” rintih Amira. Cewek itu meringkuk dan tidak sadar air matanya sudah mengalir. Dengan tangan gemetar, Amira mengambil ponselnya yang berada di atas meja di samping ranjang. Dia menatap layarnya dan menyadari bahwa ini sudah pagi.

