#29 (1)

1431 Kata

Amira menghampiri Riska yang sedang berada di dapur.             Cewek itu sedang membuat sebuah adonan. Amira melongokkan kepala dari balik pundak Riska, meneliti adonan apa yang sedang diolah oleh temannya itu.             “Bikin apaan, Cha?”             Riska sedikit terkejut, namun langsung menormalkan sikap. Cewek itu menoleh sekilas dan tersenyum tipis. “Cilok, Mir.”             “Cilok?” ulang Amira, menaikkan satu alisnya.             “Yep.” Riska mulai membuat bentuk bulat dari adonan yang tadi diolahnya. “Si Brian kan ngajakin main kartu, tuh, sekalian begadang katanya karena ini malam Minggu. Jadi, gue pikir, kenapa kita nggak sekalian makan cemilan aja buat nemenin main.”             “Hm. Pantas lo ngilang udah hampir lima menit.” Amira duduk di atas meja, di dekat adonan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN