92

2192 Kata

Tubuh kecil yang berada dalam gendongan Mutiara itu tertawa keras, menedang- nendang dengan senang saat melihat bunga- bunga cantik mulai bermekaran di halaman belakang rumah besar itu. “Duuu?” jemarinya yang kecil, meraih setangkai bunga, meremasnya dengan senang dan secara perlahan bibir cantik itu terbuka, hendak memasukkan remahan bunga kedalam mulut kecilnya. “Jangan dimakan dedek cantik!” tegur sang Bibi dan mencubit pipi gadis itu sayang. “Mamamam!” pekiknya kesal, bunga yang terlihat menggiurkan itu disingkan dengan mudah dari jemarinya yang kecil. “Amamama!” jerit itu semakin keras, manic abu gelapnya mengerjap kesal. “Mutiara!” Xavier terlihat sedang terburu- buru, “Bisakah kau ikut denganku sebentar?” “Ada apa?” manic hitamnya menatap sang suami bingung. “Nyonya, biar say

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN