Bulan terus berlalu dan kandungan Mutiara akhirnya sampai di usianya yang ke delapan. Sosok ayah yang kini semakin melembut terhadap anak dan istrinya itu semakin tidak sabar untuk membawa istrinya ke rumah sakit, memeriksa bagaimana keadaan si jabang bayi yang sebulan lagi akan menyapa dunia. “Kamu mau pakai sepatu yang mana?” Xavier membuka pintu Wall in closet, memindai satu persatu sepatu Mutiara yang sebagian besar tidak berhak itu. Pria itu lantas mengambil sebuah flastshoes, memeriksa setiap inchi alas kaki itu untuk memastikan aman dipakai si ibu. “Seadanya, Daddy!” Xavier tidak mau Mutiara memakai sepatu yang sudah aus dan membuat wanita itu terpeleset nantinya. “Coba pakai ini.” Xavier mendekati istrinya yang duduk di ranjang, mengangkat tungkai kecil itu keatas pahanya untu

