Gadis yang tadinya menjerit ketakutan itu kini sudah terlelap diatas ranjang empuknya setelah Prameswari memberikan obat yang diresepkan oleh dokter Nandya yang menanganinya di rumah sakit jiwa dulu. Ya wanita paruh baya itu tidak mau mengganti resep obat untuk putrinya, dia masih berpegang teguh bahwa obat yang selama ini diminum oleh Nandya bisa membantu gadis itu untuk bisa cepat sembuh. “Tidurlah yang nyenyak.” Prameswari mengelus puncak kepala anak gadisnya itu dan mengecupnya dengan lembut. “Manda… Bisakah kamu membantu wanita tua yang lemah ini?” wanita itu mengalihkan padangannya pada Manda yang setia berdiri dibelakangnya. “Apa yang harus saya lakukan, nyonya?” “Saya harus keluar untuk mencari sesuatu… Bisakah kamu menjaga Nandya untuk saya.” “Tapi Nyonya, bagaimana dengan

