bc

Pengantin Dalam Obsesi Sang Alpha

book_age18+
5
IKUTI
1K
BACA
alpha
HE
age gap
fated
friends to lovers
blue collar
drama
sweet
bxg
serious
brilliant
pack
secrets
superpower
friends with benefits
polygamy
like
intro-logo
Uraian

Carlaiz disebut sebagai Omega paling beruntung karena mendapatkan cinta dari Pangeran yang berasal dari keluarga Alpha terkuat. dia pun berpikir demikian, karena baginya, Sullivan adalah lelaki yang luar biasa. Sampai kemudian sebuah fakta mengejutkan dia dapatkan, ketika adiknya, Teona, mengaku sedang mengandung anak Sullivan. Bukannya menyangkal dan berusaha meyakinkan Carlaiz, Sullivan justru mencampakannya di depan banyak orang. Hal itu mematahkan hati dan harapan hidup Carlaiz, yang bahkan diminta untuk merelakan Sullivan oleh orangtuanya sendiri, demi anak yang dikandung Teona. kemalangan itu membawanya pada keputusan mengerikan untuk mengakhiri hidupnya di danau Bulan, berharap jiwanya akan terlahir kembali dengan nasib lebih baik. Tapi seseorang justru menariknya dari dalam danau dan menyelamatkannya. membawanya pada sebuah nasib yang bahkan tidak pernah diduga akan Carlaiz dapatkan di kehidupannya kali ini.

chap-preview
Pratinjau gratis
1. Pengkhianatan
Napas Carlaiz memburu, tangan dan sekujur tubuhnya terasa gemetar. Suara genderang yang tadi meramaikan suasana perayaan pesta kemenangan yang diadakan untuk Pemimpin mereka, Altheon Saradish, kini menjadi hening. Senyap dan menyesakkan. Carlaiz sangat ingin lari dari sini, dia ingin bangun jika saja saat ini adalah mimpi buruk yang dia alami karena terlalu lelah menyiapkan perjamuan seorang diri. "Aku mengandung anak Sullivan. Kakak pasti akan mengerti, kan? Bagaimanapun juga, ini akan menjadi keponakan Kakak." Tapi kalimat itu kembali terdengar di telinganya, hingga membuat telinga Carlaiz berdenging menyakitkan. "Kau...Apa kau sedang mengerjaiku? Aku...Aku tidak ulang tahun saat ini," gumam Carlaiz dengan senyum yang dia paksakan muncul di wajahnya. Tidak mungkin, bukan? Seburuk apapun hubungannya dengan adiknya, Teona, tidak mungkin Teona tega menjalin hubungan dengan Sullivan, kekasih yang sudah Carlaiz cintai selama sepuluh tahun ini. Bahkan sampai mengandung anaknya. "Untuk apa aku melakukan itu? Hubungan kita tidak sedekat itu untuk sampai membuatku menyajikan lelucon ini di depan Kakak. Sebenarnya, aku berpikir akan lebih baik jika aku memberitahu saat anak ini lahir, dengan begitu aku bisa langsung membuktikannya dengan air danau Bulan. Tapi aku tidak tahan melihat Kakak yang tidak tahu malu dan selalu mencari serta menempel pada Sullivan. Hah!" Teona menghela napas berat sambil menyibak rambut peraknya ke belakang. "Aku sudah berbaik hati untuk tetap membiarkan Sullivan menjalin hubungan dengan Kakak, tapi sekarang tidak lagi." Lalu, wanita itu berteriak seolah ingin semua orang mendengar suaranya. "Mohon perhatiannya! Saya, Teona Kamalis ingin mengatakan sesuatu kepada anda semua. Hari ini saya ingin mengumumkan bahwa saya sedang mengandung anak dari Tuan Sullivan!" Dada Carlaiz berdebar keras mendengar apa yang baru saja dikatakan dengan keras oleh adiknya. Teona tidak sedang bercanda. Adiknya itu benar-benar sedang memberitahu semua orang tentang hubungan gelapnya dengan Sullivan, "Apa yang kau katakan? Sullivan itu kekasih kakakmu! Apa yang kau lakukan hingga mengandung anaknya?!" Suara Ayah mereka terdengar di tengah keheningan. Carlaiz mengangkat wajah, menatap pada ayahnya yang sedang berhadapan dengan Teona. Benar, Carlaiz memang kesakitan dengan kenyataan yang baru saja dikatakan oleh Teona, tapi setidaknya masih ada orangtuanya yang akan berpihak padanya karena Carlaiz tidak bersalah. Teona lah yang salah. "Ayah, bukankah Ayah tahu bahwa hubunganku dengan Sullivan selama ini berjalan baik?" Tubuh Carlaiz membeku mendengar apa yang dikatakan oleh Teona. Air matanya yang mengalir tiba-tiba saja berhenti karena dirinya terlalu terkejut. Ayahnya tahu? Tidak mungkin! Deon Kamalis, Ayah mereka, berdecak keras. "Ayah memang membiarkanmu menjalin hubungan dengan Sullivan, tapi bukankah Ayah bilang agar kau tahu batas? Bagaimana mungkin kau sampai hamil?!" Carlaiz tidak tahu lagi apa yang harus dirinya lakukan. Bahkan, keluarganya sendiri mengkhianatinya tanpa merasa bersalah. Dia tahu bahwa kasih sayang kepada anak dari istri sah dan simpanan pasti akan berbeda, walaupun begitu, dirinya masih yakin jika Ayahnya juga mencintai dirinya, sama seperti Ayahnya mencintai Teona. Apalagi semenjak Carlaiz menjalin hubungan dengan Sullivan dan mengangkat derajat keluarga mereka karena dipandang terhormat menjalin hubungan dengan seorang Pangeran. Tapi, kenapa akhirnya malah jadi begini? "Ayah, dia..dia telah mengkhianatiku! Bagaimana bisa Ayah diam saja meskipun tahu semua ini?" Carlaiz sudah tidak menangis, tapi dia berusaha menuntut penjelasan dari orang-orang terdekatnya itu. Deon menatapnya, "Mau bagaimana lagi? Adikmu sudah terlanjur mengandung, jadi kau harus mengalah karena anak ini harus terlahir dengan memiliki orangtua yang lengkap. Carl, kau adalah wanita yang selalu berpikir dewasa dan baik hati, jadi kau pasti akan mengerti perasaan adikmu, kan?" Apa? Bagaimana bisa dirinya dituntut untuk mengerti apa yang Teona lakukan? Padahal disini, dirinya lah korbannya. Tapi kenapa? "Teona!" Saat itu, sosok yang menjadi penyebab masalah ini datang dengan berlari, setelah turun dari singgasana tempat semua keluarga Pemimpin berkumpul. Carlaiz masih menyimpan harapan, dia pikir setidaknya Sullivan akan meminta maaf dan menjelaskan semuanya padanya. Dia yakin itu yang akan dilakukan oleh kekasihnya karena Sullivan adalah lelaki yang hangat dan baik hati. "Teona, apa benar bahwa kau mengandung anakku?" Dengan senyum manis, Teona melingkarkan tangannya di lengan Sullivan. "Tentu saja! Aku tidak mungkin mengatakan semuanya di depan semua orang jika aku berbohong. Saat ini, di dalam perutku ada buah cinta kita, Sullivan." Ketika melihat bagaimana Sullivan tersenyum cerah sebagai jawaban atas apa yang dikatakan oleh Teona, dunia Carlaiz benar-benar runtuh. Langkahnya goyah dan terhuyung. Tangannya memegangi dadanya yang terasa tercabik-cabik. Bagaimana bisa semua ini terjadi? Apa artinya hubungan yang selama ini dirinya jalani selama sepuluh tahun? Padahal tadi pagi saja Sullivan masih bersikap hangat dan mengkhawatirkan Carlaiz yang bekerja seorang diri menyiapkan semua jamuan perayaan pesta, tapi kini lelaki itu sedang tersenyum bahagia karena akan mendapatkan anak dari wanita lain yang tidak lain adalah adiknya sendiri. "Kalian...bagaimana bisa kalian begitu jahat padaku?" Suara Carlaiz yang gemetar membuat semua orang menatapnya. Sullivan mendekat, menyentuh tangannya kemudian. "Carl, aku tahu kau terkejut tapi semuanya terjadi begitu saja. Aku terpikat dengan sikap manis yang ditunjukkan adikmu dan tanpa sadar aku mulai menyayanginya. Sekarang, aku akan memiliki anak dengannya jadi aku berharap kau bisa mendoakan yang terbaik untuk kami." Terkejut? Mendoakan? Jangan bercanda! Carlaiz tertawa, semakin lama semakin keras hingga membuat semua orang menatapnya dengan aneh. Lalu di satu momen, matanya tanpa sengaja bertatapan dengan mata emas menyala sang pemimpin yang duduk diam di singgasananya. Betapa menyenangkan jika Carlaiz juga bisa memiliki kekuatan besar seperti sang pemimpin. Dengan begitu, akan mudah baginya menghancurkan semua orang yang ada disini. "Jika aku bisa, aku akan menukar nyawaku pada Dewi Bulan agar membuat kalian menderita," gumamnya. Ucapan itu membuat Sullivan dan keluarga Carlaiz terkejut. "Apa yang kau katakan?! Bagaimana bisa kau mendoakan sesuatu yang buruk dengan mengatas namakan Dewi Bulan?!" Sullivan berteriak. Lalu disusul dengan Teona yang menangis hingga membuat suasana semakin runyam. Semua orang menatap Carlaiz seolah Carlaiz lah penjahatnya. "Bagaimana..bagaimana bisa Kakak berkata kejam seperti itu? Padahal aku sudah berbicara baik agar Kakak mengalah demi keponakan Kakak!" "Carl! Apa Ayah mengajarimu untuk berperilaku buruk seperti ini? Kau sampai membuat adikmu yang sedang mengandung menangis seperti ini!" Pandangan Carlaiz menjadi datar, tanpa harapan. Dia mendongak, menatap lurus pada Sang Pempimpin dan di saat itu, lelaki yang paling disegani oleh semua orang itu, berdiri dari singgasananya dan berujar keras. "Berhentilah kalian! Sullivan, kau bersalah pada Nona Carlaiz jadi meminta maaflah layaknya seorang prajurit. Dan Deon Kamalis, aku menunggu dirimu di ruanganku. Datanglah sekarang juga." Setelah mengatakan itu, Sang Pemimpin langsung meninggalkan tempat. Membuat semua orang membubarkan diri. Tapi hingga akhir, Carlaiz tidak mendapatkan permintaan maaf sedikitpun. Entah dari Sullivan maupun dari keluarganya sendiri. Dirinya yang seorang korban, dibuat menjadi penjahat egois yang menghardik adiknya yang tengah hamil. **

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

Unscentable

read
1.9M
bc

He's an Alpha: She doesn't Care

read
724.3K
bc

Claimed by the Biker Giant

read
1.6M
bc

Holiday Hockey Tale: The Icebreaker's Impasse

read
960.7K
bc

A Warrior's Second Chance

read
347.8K
bc

Not just, the Beta

read
342.9K
bc

The Broken Wolf

read
1.1M

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook