Bersama Bayu

1161 Kata

Bayu berjalan menjajari Airin. Beberapa kali keduanya terlibat obrolan ringan. Sekedar membahas beberapa makanan yang dijajakan di sepanjang jalan yang mereka lewati. Bukan hal yang istimewa dan mewah, tapi ternyata mampu membuat keduanya bicara dengan hangat. “Aku mau beli yang itu,” kata Bayu sambil menunjuk ke arah penjual martabak telur. “Kamu mau martabak?” tanya Airin. Bayu langsung mengangguk, mengiyakan pertanyaan gadis itu. “Aku sangat suka martabak. Sejak dulu bahkan,” kekehnya pelan. Airin yang menoleh ke arah Bayu sempat merasa terpesona. Tanpa sadar ia merasakan jantungnya bergetar ketika menatap Bayu dari samping. Apalagi pria itu sedang tersenyum tadi, sungguh terlihat begitu sempurna. Bayu sendiri sama sekali tidak sadar jika sejak beberapa saat yang lalu, gadis di

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN