Raldo duduk terdiam di lantai, bersandar pada salah satu sudut ruangan yang berada di dalam kamar. Menekuk kedua lututnya, lalu membenamkan wajahnya pada di sana. Tidak ada yang ia lakukan selain merenung dan berdiam diri. Menutup kedua matanya sambil terus bergumam tentang kekasihnya. “Pulang, Honey! Please, kamu harus pulang sekarang! Aku tidak tahan memikirkan kalau saat ini kamu sedang bersama pria si***n itu. Kenapa dia terus saja berusaha mengejarmu? Kenapa dia selalu saja berusaha untuk mendapatkanmu?” racaunya tidak jelas. Raldo mengangkat wajahnya, menyandarkan punggungnya ke tembok kamar. Wajahnya terlihat sangat kacau. Sejak terakhir kali menghubungi Airin saat gadis itu ia ketahui sedang berada di pantai bersama Bayu. Tentu saja pikirannya langsung mengkhayal liar, apa yang b

