Airin masih membawa tas berisi beberapa pakaiannya, berjalan keluar dari terminal kedatangan. Udara pagi terasa begitu hangat menyapa, kota Surabaya memang tempat ternyaman yang Airin rasakan, karena di sana ia dilahirkan. Airin tersenyum, menyambut mentari pagi yang menyapa wajahnya dengan sangat hangat. “Hmm ... akhirnya aku kembali lagi ke sini setelah beberapa bulan lamanya. Rasanya selalu sama, sangat menyenangkan memang kembali ke kampung halaman,” ucap gadis itu dengan senang. Sebuah taksi terlihat mendekatinya, lalu berhenti tepat di depan gadis itu. Jendela di pintu depan terlihat terbuka. Sopir taksi melongok dan tersenyum ramah pada Airin. “Nona, apa Anda hendak pergi ke suatu tempat? Saya bisa membawa Anda ke sana,” tawarnya. Airin mengangguk, ia memang membutuhkan taksi it

