Mobil yang membawa Airin dan Bayu melaju memecah kegelapan malam ibu kota. Malam sudah larut, hingga membuat jalanan terasa begitu sepi. Sepanjang perjalanan Airin membuang pandangannya keluar jendela. Menikmati indahnya pemandangan lampu malam hari di sepanjang jalan. Namun dalam pikirannya hanya memikirkan pria yang menjadi kekasihnya saja. Airin merasa begitu khawatir dengan kondisi kekasihnya itu sekarang. Dalam hati berharap ketika ia kembali nanti, semua akan baik-baik saja. Tak butuh waktu lama, mobil yang mereka naiki sudah memasuki basemen apartemen yang Airin huni. Setelah mobil berhenti, tak hanya Airin, Bayu juga ikut turun. “Terima kasih banyak tumpangan dan semua yang sudah kamu lakukan padaku dan juga keluargaku,” ucap Airin yang sedang menunggu sopir menurunkan tas milikn

