Airin sengaja mengajak Bayu berkeliling kota dengan mengendarai motor matic miliknya. Tidak ingin menggunakan fasilitas yang Bayu tawarkan, meski pria itu bisa saja menyewakan sebuah mobil mewah untuk mereka pakai berkeliling. “Kenapa kamu tidak ingin memakai mobil untuk kita jalan? Kamu bisa memilih ingin mengendarai apa yang ingin kamu naiki, tinggal bilang saja,” tawar Bayu yang sedang mengendarai motor milik gadis itu. Airin yang berada di bangku belakang hanya tertawa. “Naik mobil memang enak, kita tidak akan merasa kepanasan atau berdebu. Tapi menurutku lebih menyenangkan jika menaiki motor seperti sekarang. Lihat ... angin saja bebas menyapa kita bukan?” balas Airin sambil merentangkan kedua tangan. Menyapa angin yang menerpa tubuhnya. Bayu melirik dari kaca spion. Tersenyum m

