Sudah hampir tengah malam, tapi Airin belum bisa juga terlelap dalam tidurnya. Sejak tadi ia hanya berbaring di atas tempat tidur. Bergerak gelisah dan hanya membolak balikkan badannya. Padahal Naira-sang adik sudah terlelap dalam mimpi sejak beberapa jam yang lalu. Ya, malam ini akhirnya Airin tidur berdua dengan Naira di kamar adik perempuannya itu. Sedang kamar pribadinya yang sudah lama tidak ia pakai sejak ia pergi ke Jakarta dulu untuk mencari pekerjaan, ditempati oleh Bayu untuk malam ini. Sang ibu yang meminta Airin untuk mengalah dan membiarkan tamu mereka tidur di kamarnya. Meski terpaksa tapi Airin juga menyadari jika tidak sopan menyuruh tamu mereka tidur di sofa ruang tamu. “Duh, kenapa belum bisa tidur juga? Padahal sekarang sudah larut malam, tapi kenapa aku merasa sangat

