Raldo memarkir kendaraannya di basemen apartemen yang Airin tempati. Dalam hati sudah bergejolak, ingin secepatnya bisa bertemu dan menanyakan banyak hal kepada gadis itu. Setelah mesin mobil ia matikan, pria itu bergegas turun. Membenarkan jaket yang ia pakai sambil melangkah cepat menuju lift. Raldo menekan tombol yang ada di samping pintu lift. Memilih angka dimana kamar Airin berada. Pria itu berdiri cemas, memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana depannya. Beberapa kali terlihat melirik pintu yang ada di hadapannya dengan tajam. Hingga bunyi dentingan terdengar dan pintu mulai terbuka. Raldo melangkah tergesa keluar dari dalam lift itu. Langsung berjalan menuju nomor kamar yang sangat ia hafal. Seperti biasa ia langsung menekan nomor pin untuk membuka kunci apartemen milik Ai

