Memutuskan

1547 Kata

“Gadis itu ...,” Bayu menjeda ucapannya. Menghirup udara sebanyak-banyaknya sebelum akhirnya melanjutkan lagi perkataannya yang tertunda. Baru saja ia akan membuka mulut, suara dering ponsel berbunyi sangat nyaring. Membuat keduanya terlonjak kaget. Airin menatap tas kecil yang ia sandang di bahu. Membuka dan mengeluarkan benda pipih yang begitu berisik sekarang. Nama Raldo tercetak besar di layar depan. Airin menatapnya ragu, sedetik kemudian mengalihkan pandangannya pada Bayu yang kini tengah berdiri di sampingnya. “Angkat teleponnya, Ai!” suruh Bayu. Dalam hati sudah menebak jika itu mungkin telepon dari kekasih gadis itu. Tentu saja untuk sejenak tadi ia memang tidak sengaja lupa jika sebenarnya Airin sudah memiliki kekasih yang sampai saat ini ia sendiri belum mengetahui siapa or

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN