Wanita terhormat berkat Bayu

1896 Kata

Airin menundukkan kepalanya. Menghadapi tatapan sekitar yang terlihat begitu merendahkannya. Bayu melirik ke arah Airin. Menatap sedih pada gadis yang kini tengah merasa tidak percaya diri. Lalu kembali mengangkat wajahnya dan memandang sepasang suami istri angkuh yang tersenyum sinis pada pasangan pestanya malam ini. “Anda memang benar, Nyonya Sinta,” jawab Bayu. “Memang seorang terhormat seperti saya tidak pantas jika berpasangan dengan wanita seperti Airin.” Bayu melepaskan genggaman tangan yang sejak tadi menggandeng telapak tangan Airin. Gadis itu tersentak kaget. Merasa sangat sedih sekaligus kecewa karena kini Bayu juga sedang memandangnya sebelah mata. ‘Bay, aku ...,’ batin Airin kecewa, tidak tahu harus bicara apa. Kedua netranya sudah memanas, hanya menunggu waktu untuk meng

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN