Bayu mencoba sekali lagi menghubungi ponsel milik Airin setelah beberapa kali tidak mendapat jawaban dari gadis itu. Ada rasa kecewa yang menyusup dalam hati ketika untuk ke sekian kalinya tak juga ada tanda-tanda Airin akan menjawab panggilannya. Hingga akhirnya Bayu memilih untuk mengakhiri usahanya untuk menghubungi gadis itu. Meletakkan kembali ponsel miliknya di atas meja. “Apa kamu sedang sangat sibuk sekarang sampai nggak ada waktu untuk sekedar menjawab telepon dariku?” tanya Bayu pada dirinya sendiri. Dihela nafas panjang beberapa kali lalu mengusap wajah dengan kasar. Tidak mengerti dengan apa yang kini terjadi pada dirinya sendiri yang tidak bisa mengendalikan diri. Rasanya begitu menggebu ingin bertemu atau sekedar mendengar suara dari gadis itu saja. Sayang keinginannya pupu

