bc

Aku Anak Korban Pelampiasan Orang Tua

book_age4+
4
IKUTI
1K
BACA
dark
love-triangle
forced
drama
tragedy
mystery
scary
coming of age
self discover
sacrifice
like
intro-logo
Uraian

Cerita ini merupakan cerita yang diangkat dari kisah nyata seorang anak yang broken home korban pelampiasan orang tua.

Ia bernama Yuda merupakan 4 bersaudara yang hidup mula berkecukupan.

Kisah hidupnya dimulai ketika Yuda berusia 4 tahun, Ibu Yuda yang mula berniat untuk kerja ke luar negeri dg niat ingin mengubah kehidupan keluarga kecilnya.

Dan ibu Yuda merupakan eks pekerja luar negeri membicarakan niatnya kepada ayah Yuda bahwa ia ingin pergi lagi ke luar negeri untuk bekerja.

Ayah Yuda yang awalnya berat mengijinkannya untuk berkerja di luar negeri terpaksa melepaskannya untuk berangkat kerja yang tujuannya adalah Arab Saudi.

Hari demi hari berlalu, tibalah saatnya ibu Yuda berangkat ke Arab Saudi hari itu tanggal 18 Maret 2003 ibu Yuda berangkat ke Arab Saudi.

Satu Hari Ditinggal ibu, Yuda tinggal berlima di rumah mungilnya dengan ayah, adik, dan 2 kakanya.

Satu bulan berlalu ibunya Yuda mengirimkan surat kekampung yang isinya menanyakan kabar dikampung, tiada kata selain bahagia yang dirasakan dikampung.

Satu tahun kemudian, Kabar lewat surat yang selalu ditunggu tetap berjalan sebagai komunikasi pada masa itu yg belum ramai handphone seperti sekarang.

Bertahun kemudian Genap sudah usia Yuda 7 tahun dan ia masuk sekolah di SDN 1 Harapan Cianjur.

Namun sayang keluarga haromisnya mulai guncang setelah Yuda masuk sekolah beberapa bulan, Ayah dan ibunya berselisih dan bertengkar sehingga Yuda kini tak diperhatikan.

Bukan hanya itu ditahun yang sama Yuda harus berpisah dengan saudara perempuannya karena perselisihan dengan ayahnya, hati Yuda semakin rapuh dan menangis karena kehilangan orang tersayang.

Kini Yuda tinggal ber empat bersama ayah, adik dan kakak laki-lakinya.

Dengan keadaan seperti itu ayah Yuda prustasi meluapkan emosinya dengan m*****k rumah, dll Yuda sekarang terlantar, mereka tidak tinggal dirumah melainkan terlunta lunta dipinggir jalan.

Sejak itu Yuda tinggal di pos pinggir jalan bersama ayah dan adiknya, sedangkan kakak laki-lakinya pergi entah kemana.

dengan keadaan seperti itu, tak jarang Yuda kerap mendapatkan perlakuan tak menyenangkan disekolah, mulai dari diasingkan, dibully,dan bahkan tak dihargai karena penampilannya yg kotor dan bau karena tak ada sosok yg memperhatikannya di keluarga.

Namun ia merupakan orang yg tangguh, diusianya yang terbilang anak anak ia hanya bisa Menangis memohon kepada Allah agar dikuatkan imannya, dilapangkan hatinya untuk senantiasa memaafkan orang yg mencacinya.

Menginjak kelas 4 Sekolah dasar Yuda, Kakak perempuan dan ayahnya mulai baikan meskipun masih cuek, kelas 4 semester pertama Yuda kini pindah sekolah karena kini Yuda tinggal bersama kakak perempuannya di tempat yg tidak jauh dari rumahnya dulu.

Singkat cerita Yuda tinggal bersama kakak perempuannya yang sudah berkeluarga dan memiliki satu anak,

Yuda naik kelas 5 sekolah dasar, adik Yuda yang bernama Doni pun ikut tinggal dengan kakak perempuannya yang pada saat itu Doni baru masuk sekolah dasar kelas 1.

Bertahun tahun lamanya ibu mereka kini tidak ada kabar, jangankan uang kabarpun jarang mereka dapat. Mereka kini hidup sedehana dengan kakaknya.

Pada tahun 2011 Yuda melanjutkan pendidikannya ke tingkat SMP, tak berbeda dari masa Sekolah Dasar di SMP pun Yuda masih tertinggal dibandingkan teman temannya yang lain namun Yuda memiliki fikiran dan otak yg cerdas, di situasi seperti itu ia selalu mendapatkan peringkat 10 besar dikelasnya.

Jiwa yang kuat dan tegar serta kemandirian Yuda ia mencoba aktif di berbagai organisasi disekolah nya seperti OSIS, Marching band,dll.

selain kegiatan sekolah Yuda juga sering mengikuti perlombaan yang diselenggarakan di stasiun televisi nasional Indonesia untuk membuktikan bahwa Yuda mampu bangkit dari keterpurukan keluarga.

Pertama kali Yuda mengikuti perlombaan tingkat nasional yaitu audisi bernyanyi di Bandung dan Yuda berangkat sendirian dari Cianjur, meskipun pada saat itu Yuda tidak lolos namun ia jadikan kegagalan itu sebuah pelajaran untuk lebih baik di perlombaan berikutnya.

Berkali kali Yuda mengikuti berbagai audisi & perlombaan namun masih gagal, tapi itu semua tidak menjadikan semangat Yuda surut malah menjadikan semangatnya bertambah.

Pada waktu itu Yuda telah duduk di kelas 9 semester akhir, dan pelulusan SMP telah selesai.

Yuda memutuskan untuk tidak melanjutkan ke tingkat SMA karena masalah finansial yg tidak memungkinkan, Yuda memilih untuk bekerja untuk membantu kebutuhan sehari-hari,

Di saat kerja pun Yuda masih sering mengikuti audisi jika ada.

pada tahun 2019 ayah Yuda meninggal dunia karena penyakit radang tenggorokan yang diderita.

Yuda kehilangan sosok orang tua untuk selamanya,

kini Jika rindu kepada ayahnya Yuda hanya bisa berkunjung ke makamnya.

Pada tahun 2021 di usianya Yuda yg genap 21 tahun, ibunya Yuda masih belum pulang hingga kini.

Inilah Kisah singkat kehidupan Yuda yang jadi korban pelampiasan orang tua, namun tangguh dan bangkit untuk mengejar cita-cita.

Terima Kasih

chap-preview
Pratinjau gratis
Episode 1
Cerita ini merupakan cerita yang diangkat dari kisah nyata seorang anak yang broken home korban pelampiasan orang tua. Ia bernama Yuda Merupakan empat bersaudara 2 kakak kandung 1 laki-laki dan 1 perempuan, serta satu adik laki-laki yang paling bungsu jadi Yudha merupakan anak ketiga dari empat bersaudara. Kisah hidupnya dimulai ketika Yuda berusia 4 tahun, Ibu Yuda yang mula berniat untuk kerja ke luar negeri dg niat ingin mengubah kehidupan keluarga kecilnya. Dan ibu Yuda merupakan eks pekerja luar negeri membicarakan niatnya kepada ayah Yuda bahwa ia ingin pergi lagi ke luar negeri untuk bekerja. Ayah Yuda yang awalnya berat mengijinkannya untuk berkerja di luar negeri terpaksa melepaskannya untuk berangkat kerja yang tujuannya adalah Arab Saudi. Hari demi hari berlalu, tibalah saatnya ibu Yuda berangkat ke Arab Saudi hari itu tanggal 18 Maret 2003 ibu Yuda berangkat ke Arab Saudi. Satu Hari Ditinggal ibu, Yuda tinggal berlima di rumah mungilnya dengan ayah, adik, dan 2 kakanya. Satu bulan berlalu ibunya Yuda mengirimkan surat kekampung yang isinya menanyakan kabar dikampung, tiada kata selain bahagia yang dirasakan dikampung. Satu tahun kemudian, Kabar lewat surat yang selalu ditunggu tetap berjalan sebagai komunikasi pada masa itu yg belum ramai handphone seperti sekarang. Bertahun kemudian Genap sudah usia Yuda 7 tahun dan ia masuk sekolah di SDN 1 Harapan Cianjur. Namun sayang keluarga haromisnya mulai guncang setelah Yuda masuk sekolah beberapa bulan, Ayah dan ibunya berselisih dan bertengkar sehingga Yuda kini tak diperhatikan. Bukan hanya itu ditahun yang sama Yuda harus berpisah dengan saudara perempuannya karena perselisihan dengan ayahnya, hati Yuda semakin rapuh dan menangis karena kehilangan orang tersayang. Kini Yuda tinggal ber empat bersama ayah, adik dan kakak laki-lakinya. Dengan keadaan seperti itu ayah Yuda prustasi meluapkan emosinya dengan merusak rumah, dll Yuda sekarang terlantar, mereka tidak tinggal dirumah melainkan terlunta lunta dipinggir jalan. Sejak itu Yuda tinggal di pos pinggir jalan bersama ayah dan adiknya, sedangkan kakak laki-lakinya pergi entah kemana kadang di temannya kadang di neneknya. Kita ketahui kehidupan di jalanan yang hidup seadanya masa di pinggir pos tidur di dalam pos keseharian dilakukan di pos itulah yang dialami dan dijalani oleh Yuda dan adiknya serta ayahnya. Seringkali Yudha mendapatkan perkataan yang tidak enak mulai dari tetangga orang sekelilingnya temannya bahkan orang lain yang melihatnya pun merasa iba adapun yang merasa jijik. dengan keadaan seperti itu, tak jarang Yuda kerap mendapatkan perlakuan tak menyenangkan disekolah, mulai dari diasingkan, dibully,dan bahkan tak dihargai karena penampilannya yg kotor dan bau karena tak ada sosok yg memperhatikannya di keluarga. Di sekolahan sudah dipandang sebelah mata oleh teman-temannya dan orang di sekelilingnya. Namun ia merupakan orang yg tangguh, diusianya yang terbilang anak anak ia hanya bisa Menangis memohon kepada Allah agar dikuatkan imannya, dilapangkan hatinya untuk senantiasa memaafkan orang yg mencacinya. Menginjak kelas 4 Sekolah dasar Yuda, Kakak perempuan dan ayahnya mulai baikan meskipun masih cuek, kelas 4 semester pertama Yuda kini pindah sekolah karena kini Yuda tinggal bersama kakak perempuannya di tempat yg tidak jauh dari rumahnya dulu. Di tempat kakaknya lah Yuda lebih banyak belajar ilmu agama mengaji, mendekatkan diri kepada Allah agar Yuda tahu bagaimana caranya bersyukur tabah tawakal tidak putus asa dan selalu menerima apapun yang telah Allah berikan kepadanya. Di sini ini Yudha wah mulai mencari teman man dan sebagainya, namun tak semudah itu karena efek dari masalah keluarga yang merembet kepada anak tersebut menjadikan mental menjadi tidak ingin bertemu banyak orang tidak ingin keramaian ingin menyendiri membuat sudah memilih untuk tempat-tempat yang sepi. Singkat cerita Yuda tinggal bersama kakak perempuannya yang sudah berkeluarga dan memiliki satu anak, Yuda naik kelas 5 sekolah dasar, adik Yuda yang bernama Doni pun ikut tinggal dengan kakak perempuannya yang pada saat itu Doni baru masuk sekolah dasar kelas 1. Bertahun tahun lamanya ibu mereka kini tidak ada kabar, jangankan uang kabarpun jarang mereka dapat. Mereka kini hidup sedehana dengan kakaknya. Pada tahun 2011 Yuda melanjutkan pendidikannya ke tingkat SMP, tak berbeda dari masa Sekolah Dasar di SMP pun Yuda masih tertinggal dibandingkan teman temannya yang lain namun Yuda memiliki fikiran dan otak yg cerdas, di situasi seperti itu ia selalu mendapatkan peringkat 10 besar dikelasnya. Jiwa yang kuat dan tegar serta kemandirian Yuda ia mencoba aktif di berbagai organisasi disekolah nya seperti OSIS, Marching band,dll. Dan yang lebih menguras air mata Yuda harus berangkat ke sekolah ah pagi-pagi jam 6 karena perjalanan yang sangat panjang membutuhkan energi berangkat jam 6 sampai di sekolah jam 6.45. Berbeda dari teman-teman Yuda yang lainnya nya yang membawa motor untuk pergi ke sekolah dan uang jajan pun cukup besar, namun tidak bagi Yuda iya hanya dibekali uang jajan sebesar rp2.000 itupun sampai mengikuti eskstrakulikuler yang pulangnya bisa sampai jam 4 sore dan itu pun berjalan kaki dari sekolah ke rumah dari rumah ke sekolah berhari-hari bertahun-tahun itu yang dilakukan Yuda. Namun siapa sangka di balik semua itu Yuda merupakan seorang anak yang pintar di sekolah SMP kali ini Yudha selalu mendapatkan nilai yang bagus dan tergolong anak yang aktif, iya saya menyukai hampir seluruh mata pelajaran mulai dari matematika IPA IPS bahasa Sunda bahasa Inggris ke PPKn dan lainnya. Tak jarang karena kepintarannya rendang baik oleh guru-guru di sekolahnya. selain kegiatan sekolah Yuda juga sering mengikuti perlombaan yang diselenggarakan di stasiun televisi nasional Indonesia untuk membuktikan bahwa Yuda mampu bangkit dari keterpurukan keluarga. Pertama kali Yuda mengikuti perlombaan tingkat nasional yaitu audisi bernyanyi di Bandung dan Yuda berangkat sendirian dari Cianjur, meskipun pada saat itu Yuda tidak lolos namun ia jadikan kegagalan itu sebuah pelajaran untuk lebih baik di perlombaan berikutnya. Pertama kali Yudha berangkat untuk mengikuti audisi di Bandung, Yuda berangkat sendiri dari Cianjur dengan menggunakan Elf sendirian, tanpa orang tua tanpa saudara tanpa orang lain yang mengantar nya mungkin Hanya doa yang mereka berikan untuk Yudha tapi itu lebih dari segalanya. Waktu itu pertama kali Yuda mengikuti audisi pada tahun 2018 pada ia masih duduk di bangku SMP Yudha berangkat ke Bandung meminta izin kepada saudaranya tapi yang paling lucu Yuda tidak menjelaskan yang sebenarnya bahwa Yudha akan mengikuti audisi tapi Yuda hanya meminta izin bahwa iya ingin berwisata ke Bandung padahal yang sesungguhnya ingin mengikuti audisi. Namun karena rasa kasih sayang seorang saudara kepada Yuda kakaknya pun menanyakan yang sebenarnya kepada Yuda apa yang yang yang akan kamu lakukan kan apakah memang hanya untuk berwisata atau ada hal lain dibalik itu, akhirnya Yuda pun menjelaskan semuanya kepada saudaranya, bahwa Yudha ingin mengikuti audisi salah satu perlombaan tingkat nasional di Bandung kali itu. Dan kakaknya pun mengizinkan untuk pergi ke Bandung kakaknya memberi uang sebesar rp300.000 untuk ongkos dan keperluan di perjalanan hingga di lokasi, karena memang tidak ada uang yang lebih dari itu kan rp300.000 ah iya berangkat ke Bandung sendiri dari Cianjur. Pada saat perjalanan menuju Bandung ada cerita sedih dibalik perjalanan tersebut Yudha yang duduk di kursi paling kanan bis dan bersebelahan dengan bapak-bapak yang lumayan agak tua, Yuda mendapatkan s**l pada hari itu di mana Yuda ditipu oleh eh salah satu penumpang bus tersebut dengan cara meminjam uang padahal liat2 untuk menipu Yudha yang masih polos yang baru pertama kali ke kota dan masih kanak-kanak. Sesampainya di Bandung pada pukul 17:00 WIB Yuda sampai di terminal Leuwi panjang kemudian melanjutkan perjalanan ke lokasi audisi menggunakan angkutan umum,  Karena membawa uang bekal hanya rp300.000 Yudha pun memutuskan untuk tidak menyewa penginapan ataupun hotel, Yuda pada saat itu bertemu dengan rekan-rekan sesama peserta yang berasal dari berbagai daerah ah sama membawa uang yang pas-pasan memutuskan untuk tidur di warung nasi di bawah yang dialasi dengan koran saja. Itulah perjuangan Yuda untuk menggapai cita-citanya, malam pun berlalu matahari b pada jam 6 semua bangun dan berbaris di depan gedung puluhan ribu orang mengantri hanya untuk menjadi seorang giduan seseorang yang terkenal menjadi superstar harus berjuang menyingkirkan banyaknya orang. Mengantri dari jam 6 jam jam jam jam 12 siang yang baru Yuda dipanggil untuk melakukan sesi seleksi yaitu bernyanyi, pada seleksi kali ini Yudha tidak berhasil lolos ke Jakarta ia harus kandas di tengah jalan dalam hati ia berkata rasa sedih ih rasa pilu ketika perjuangannya belum berhasil. Dan akhirnya dia pun memutuskan untuk pulang ke Cianjur waktu itu Yuda pulang pada pukul 6 magrib dari terminal Bandung karena sampai di Cianjur jam 9 tidak memungkinkan untuk langsung pulang ke Cianjur ke tempat tinggalnya yang perjalanannya 6 jam dari Cianjur kota ke rumahnya, maka Yuda pun memutuskan untuk menginap terlebih dahulu di terminal jebrod Cianjur dan kemudian besok harinya pulang ke kampung halaman. Berkali kali Yuda mengikuti berbagai audisi & perlombaan namun masih gagal, tapi itu semua tidak menjadikan semangat Yuda surut malah menjadikan semangatnya bertambah. Pada waktu itu Yuda telah duduk di kelas 9 semester akhir, dan pelulusan SMP telah selesai. Yuda memutuskan untuk tidak melanjutkan ke tingkat SMA karena masalah finansial yg tidak memungkinkan, Yuda memilih untuk bekerja untuk membantu kebutuhan sehari-hari, Padahal pada saat itu beberapa guru datang kepada Yudha memberikan penawaran untuk melanjutkan sekolah ke jenjang SMA yang lebih tinggi karena dinilai memiliki potensi yang bagus serta etitut yang bagus. Namun karena pilihannya sudah tepat menurutnya Yudha memutuskan untuk kerja saja dan tidak melanjutkan sekolah padahal dalam hatinya ia ingin sekolah tapi karena finansialnya tidak mendukung dan memiliki prinsip tidak ingin membebani keluarganya maka Yudha pun memutuskan untuk bekerja saja. Di saat kerja pun Yuda masih sering mengikuti audisi jika ada, Pertama pertama kali kerja di Bogor di sebuah taman kalau gak salah di daerah Parung itu adalah pertama kali ia bekerja dalam sejarah hidupnya, Karena karena iya tidak mampu untuk pergi jauh dari keluarga ia hanya mampu bekerja selama 2 minggu,. Hari Minggu bulan pun berlalu ia pun berpikir lagi, tidak mungkin iya terus di rumah tanpa ada kegiatan tanpa bekerja dan tanpa penghasilan. Yuda pun memutuskan untuk kerja kembali dan mencari info lowongan pekerjaan di mana pun berada, pada saat itu ada lowongan pekerjaan di daerah Bandung yaitu di garmen dan Yuda pun berangkat untuk kerja di Bandung di daerah Katapang. Disanapun iya hidup sendiri ngontrak, dan dan untuk gajinya pun sangat minim tidak sesuai dengan pengeluaran an harus kontrakan di bayar makan tiap hari keperluan sehari-hari jadi sudah tidak bisa menyimpan hasil kerjanya untuk tabungan kemudian hari. Maka di Bandung pun Yuda hanya mampu bertahan selama 1 bulan setengah dan pulang lagi ke kampung halamannya di Cianjur. Setelah itu Yuda pun di kampung halaman membantu bantu kakaknya saudaranya melakukan kegiatan sehari-hari berjualan makanan dan lain-lain. Tak lama kemudian Yuda pun bekerja kembali sama seperti dulu di konveksi di daerah Jakarta, Di sini Yuda merasa betah dan nyaman, namun sayang baru beberapa bulan Yuda bekerja ayahnya menderita sakit radang tenggorokan yaitu pada tahun 2019. Selain itu Yuda memutuskan untuk pulang ke kampung terlebih dahulu untuk merawat ayahnya karena ia tidak ingin kehilangan seseorang yang berharga,  1 bulan lamanya ayahnya masih menderita penyakit dan tiba suatu malam ayahnya meninggal dunia. Itu adalah pertama kali Yudha kehilangan sosok seseorang yang berharga untuk selama-lamanya, yang bisa dilakukan Yuda saat rindu hanyalah berkunjung ziarah ke makam ayahnya. Beberapa minggu kemudian Yuda pun memutuskan untuk kerja kembali namun di tempat yang berbeda ada ya itu masih di Cianjur tidak jauh dari rumah tinggalnya,  Zaman zaman modern seperti ini Yudha baru bisa bertemu dengan ibunya lewat media sosial f*******:, mungkin ikatan batin tidak dapat bisa dibohongi meskipun sudah ditinggal pada saat usia 4 tahun belum mengetahui rupa ibunya Bagaimana gambaran ibunya tapi batin masih menyatu masih ada antara anak dan ibu, dan Yuda pun mulai melakukan percakapan dengan ibunya lewat media sosial f*******: hingga kini untuk informasi dan kabar Yuda dapatkan dari f*******: dan w******p. Impian terbesar Yuda adalah ingin mengangkat derajat keluarga memberi kepada orang lain tidak membebani orang lain serta bermanfaat bagi orang lain,  Pemikiran Yudha pun sudah memiliki pemikiran kepemimpinan yang bijak, kelak Jika iya diberikan kepercayaan oleh Allah subhanahu wa ta'ala sebagai pemimpin ataupun sebagai orang yang kaya ia ingin merubah kehidupan keluarganya di sekelilingnya lingkungannya agar bisa lebih modern lebih maju. Yuda pun berfikir ingin membangun yayasan khusus anak yatim, dan lain-lain adapun jika diberikan kepercayaan ia ingin sekali membuat lapangan pekerjaan bagi orang di sekelilingnya agar orang lain bisa hidup sejahtera serta maju. Kini Ini yang bisa dilakukan Yuda serta saudara-saudaranya yaitu menjalin tali persaudaraan yang kuat karena tidak ada lagi yang dapat dijadikan sandaran saat keluh kesah curhatan ini itu selain kepada antar saudaranya, Di pekerjaan sekarang Yudha bekerja dengan ikhlas tulus dan sambil mencari jati diri membenahi akhlak serta mendekatkan diri kepada sang pencipta agar hidupnya selalu berarti meskipun dalam situasi sulit sekalipun, Pada tahun 2021 di usianya Yuda yg genap 21 tahun, ibunya Yuda masih belum pulang hingga kini. Siapa yang tak ingin hidup berkumpul dengan keluarga dengan ibu saudara kakak adik ayah kakek nenek namun itu tidak dirasakan oleh Yudha karena masalah keluarga yang sangat serius hingga sekarang pun ia masih mendambakan keharmonisan tersebut. Inilah kisah hidup Yuda ada yang merupakan anak broken home namun iya ya bisa bangkit bisa bersyukur tidak putus asa, karena putus asa bukanlah hal yang bagus untuk dilakukan, karena Yuda yakin Allahh tidak akan memberikan cobaan melebihi kapasitas kekuatan hamba-nya Terima Kasih

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

Pengacara Itu Mantan Suamiku

read
1.9K
bc

Scandal Para Ipar

read
708.5K
bc

Marriage Aggreement

read
87.3K
bc

JANUARI

read
49.9K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
191.3K
bc

DIHAMILI PAKSA Duda Mafia Anak 1

read
42.1K
bc

Kali kedua

read
219.3K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook