"Sorry, Bos," ujarnya memecah ketegangan diantara kedua teman satu gengnya itu. "Ada apa?" tanya Dean tak mau basa-basi. Ia juga tidak menggerakkan kepalanya sama sekali. "Ada yang mau bicara sama elo, Bos," jawab Sam cepat. "Siapa?" Dean pun menoleh ke arah si anak buah. "Dia," kata Sam sambil menggeser badannya. Sehingga memperlihatkan seseorang yang membuat mata Dean membulat sempurna. "Hai," sapa seorang wanita yang memakai gaun sangat minim serta kacamata hitam yang bertengger di hidung mancungnya itu sambil melambaikan tangan ke arah Dean. Kening Dean yang tadi sempat berkerut pun menghilang seketika. Ia masih sangat ingat siapa wanita ini dan dimana ia pernah bertemu dengannya. "Ngapain loe kesini?" tanya Dean sinis sambil membuang pandangannya ke arah pemandangan kota lagi.

