"Alhamdulillah. Yuk, kita lanjutkan misi kita," ajak Raya sambil berusaha beranjak. Dengan rasa tertatih Raya berusaha berdiri. Pinggangnya terasa sangat ngilu, sementara kedua siku dan lututnya terasa perih. Mungkin karena beberapa kali menghantam lantai tadi. Perlahan Raya menegakkan badan. Lalu ia berjalan perlahan menuruni tangga yang hanya tersisa beberapa saja. Sambil terus menahan rasa sakit ia tak mau menyia-nyiakan kesempatan ini. "Semangat Raya. Sebentar lagi sampai," gumam Raya menyemangati dirinya sendiri. Akhirnya Raya pun sampai di depan pintu ruang rahasia itu. Tok. Tok. Tok. Tok. Tok. Raya mengetuk pintu itu dengan tergesa-gesa. "Alex!! Alex!! Jawab aku, Lex. Ini aku Raya. Alex!! Alex!! Tolong jawab!!" teriak Raya sambil terus menggedor-gedor pintu itu. Karena tidak kunjun

