Kini giliran target kedua. Tanpa membuang waktu Dean segera keluar dari gedung ini. Kemudian menggunakan cara yang sama untuk masuk ke dalam gedung berikutnya. Semua orang pun percaya karena tidak ingin berurusan dengan Penyidik KPK yang diperankan oleh Dean. Dengan mudah Dean menemukan orang yang tadi dipantaunya dari bawah. Pastinya, dengan bantuan jam tangan canggih yang berfungsi ganda di tangannya. Blak! Dean membuka pintu ruangan itu lebar-lebar. Sehingga membuat sniper tadi menoleh dengan mata yang membulat sempurna. "Adakah hal yang lebih licik dari membunuh orang-orang yang tidak bersalah?" tanya Dean setengah menyindir. Seraya berjalan mendekat. "Heh. Nggak usah munafik loe. Loe pikir loe orang suci. Hidup loe aja numpang di atas orang-orang yang tertindas," balasnya tak mau k

