Tepat pukul dua siang, Claudia masuk ke dalam ruangan Raga. Gadis itu menatap sekelilingnya takjub, bahkan ruangan ini lebih besar dan mewah dari ruang kerja ayahnya. Suara seorang laki laki menyadarkan gadis itu. Dia adalah Irfan. Claudia berdecak malas, kenapa ada Irfan disini? Padahal Claudia hanya ingin berada satu ruangan dengan Raga. Suami sahabatnya. "Wah Claudia, kamu sudah membuat bos besar menunggu." Sindir Irfan, laki laki itu muak melihat tingkah gadis itu. Kalau bukan karena Jiwa yang meminta atasannya untuk menerima gadis itu, mungkin dengan mudah Irfan akan menyuruhnya pulang. Bukannya malu karena terlambat, gadis itu malah memasang wajah sok imut. Apa Claudia pikir, Raga akan tertarik? Tentu saja tidak! Bahkan saat ini Raga sedang melakukan video call dengan Jiwa. "Udah

