Kecewa

1706 Kata

Jiwa sibuk menyiapkan sarapan bersama bi Minah, gadis itu terlihat lebih pucat hari ini. Setelah kejadian malam itu, hampir setiap hari Jiwa menangis. Lagipula, siapa yang tidak akan menangis jika mengetahui suami dan sahabatnya berselingkuh. Hal yang sangat fatal. Jiwa mengambil kotak bekal yang biasa di bawa Raga ke kantor, mereka berdua memang masih saling berbicara saat di rumah. Tapi Jiwa sangat membatasi interaksi di antara mereka, hal yang sangat wajar. Sejauh ini, Raga tidak berubah sikapnya masih sama tapi Jiwa menjadi lebih pendiam. Tidak akan berbicara jika Raga tidak bertanya sesuatu. "Pagi sayang." Jiwa menoleh, hatinya begitu sakit saat Raga memanggilnya sayang tapi kelakuan laki laki itu sangat jauh berbeda dari apa yang baru saja di ucapkan. Jika memang benar Raga menya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN