Hari hari berlalu begitu cepat. Jiwa sudah pulih seperti sedia kala, dan Raga akhirnya bisa bekerja dengan tenang. Kesembuhan istrinya tentu saja harus melalui drama besar di keluarganya. Pertama, saat bunda Raga tau jika menantunya sakit tidak mau tinggal diam. Perempuan itu langsung membawa Jiwa ke dokter, sesampainya di rumah sakit waktu itu Jiwa mendadak mual saat membayangkan obat obatan yang harus di konsumsi setiap hari. Namun, bunda Raga mempunyai ekspektasi sendiri saat melihat menantunya pucat dan mual. Apalagi kalau bukan hamil, ya mereka memang terlalu antusias menyambut kabar kehamilan Jiwa. Tapi semua itu tidak bertahan lama, karena memang Jiwa tidak hamil. Jangankan hamil, melakukannya saja mereka belum pernah. Selama Jiwa sakit, gadis itu terpaksa harus tinggal di rumah ib

