Pagi pagi sekali Raga sudah bersiap untuk berangkat ke kantor, hari ini ada beberapa hal yang harus di urus. Mulai dari meeting bersama beberapa investor, dan juga ada berkas yang perlu di tanda tangani. "Mas berangkat dulu, mungkin pulang malam. Enggak usah nunggu mas pulang baru makan, harus jaga kesehatan. Nanti mas transfer kalau mau belanja, tapi inget jangan boros." Jiwa melongo mendengar ucapan Raga. Gadis itu sudah mendengar wejangan dari suaminya itu sejak semalam, bahkan lebih dari sepuluh kali. "Uang kamu kan banyak mas, kasian banget ngangur di ATM. Istrinya mau belanja kok di batasi," celetuk Jiwa saat memasangkan dasi suaminya. "Bukan gitu, mas enggak larang kamu mau beli apa yang kamu mau. Tapi enggak ada salahnya kita hemat." Apa yang dikatakan Raga memang benar. "Ka

