Sudah saatnya

1237 Kata

Pagi pagi sekali Raga sudah membangunkan Jiwa, seperti biasa bukannya cepat bangun Jiwa malah semakin mengeratkan pelukannya pada Raga. Jika tidak ingat kalau hari ini sang bunda memintanya untuk datang ke rumah, Raga akan lebih senang di peluk istrinya seharian di kamar. Apalagi, Jiwa yang semakin manja padanya. Hal itu membuat Raga juga semakin menyayangi istrinya. "Wa, bangun. Cepat mandi, kita mau ke rumah bunda." Dengan sabar, Raga membangunkan Jiwa. Jiwa membuka matanya, hal pertama yang Jiwa lihat adalah wajah tampan suaminya. "Jam berapa mas?" "Setengah enam, ayo bangun." "Masih ngantuk, nanti aja ya bangunnya masih pengen di peluk." Ujarnya manja. Raga bimbang, jika sudah seperti ini mau bagaimana lagi? "Oke, mas kasih waktu sepuluh menit." Jiwa tersenyum, lalu kemba

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN