“Sayang, aku mau cincin yang itu,” tunjuk Bella pada sepasang cincin yang salah satunya bermata berlian yang cukup besar dan berkilauan. “Itu saja?” tanya Enzi. Bella balik bertanya dengan antusias, “Memangnya boleh pilih yang lain?” Terdengar dengkusan pelan dari Enzi sebelum dia lanjut menjawab. “Bila perlu satu toko perhiasan ini kamu beli pun silahkan saja.” Mendengar hal tersebut membuat Bella tersenyum lebar. Namun, kemudian Bella menolak tawaran Enzi tersebut dengan nada menyindir. “Terima kasih, Sayang. Jika hanya membeli toko perhiasan ini saja aku pun bisa. Bukankah keluarga kita akan memerger perusahaan setelah kita menikah? Tandanya aku pun sama mampunya denganmu.” Senyum Bella tidak menghilang sedikit pun saat wanita itu meninggalkan Enzi untuk melihat-lihat lagi perhiasa

