Chapter 24 - Dewa Adiprana

1753 Kata

Tatapan lembut Enzi perlahan membuat hati Iva luluh. Tatapan yang tidak pernah dia lihat dari seorang Enzi Cavero. Tatapan lembut yang penuh dengan ketulusan tetapi juga tampak sendu. Apakah sebenarnya ini adalah diri Enzi yang sebenarnya? Iva menurunkan pandangan matanya. Dia tidak mau melihat tatapan Enzi yang lembut itu, karena nanti Iva akan sulit untuk menyembunyikan perasaan yang sesungguhnya. “A-aku … aku ti-tidak mempunyai perasaan apapun padamu,” jawab Iva terbata. Iva memutuskan untuk tetap menyembunyikan perasaannya. Karena Iva merasa harus tahu diri kalau dia tidak akan pernah bisa bersama dengan pewaris tunggal keluarga Cavero. “Jangan berbohong. Katakan saja sejujurnya, aku tidak akan pernah mengatakannya pada siapa pun.” Enzi belum menyerah. Dia menebak jika sebenarnya I

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN