05

633 Kata
Author pov  hari ini dan di hari hari yang akan datang akan menjadi hari yang melelah kan bagi harlesa , bagaimana tidak dia akan jadi guru les nya saski si biang rusuh, dia berharap agar saski tidak terlalu berulah.  " hai lesa " sapa rayhan yang melihat harlesa akan memasuki perpus , sedangkan yang disapa hanya tersenyum saja . " kok lemes banget sih hari ini les ?? lu sakit ?? " tanya rayhan sambil terus mengikuti harlesa yang mencari novel, harlesa menggelengkan kepala nya lalu " gue bakal jadi guru les , han " ucap harlesa yang masih sibuk mencari novel yang dia akan baca . " lah bagus lah , bukan nya cita cita lu emang jadi guru ya " ucap rayhan , harlesa pun berbalik badan menghadap rayhan, manik mata mereka bertemu. " ya gue emang mau jadi guru , tapi bukan jadi guru les nya si saski " ucap harlesa yang membuat rayhan sedikit terkejut . " hah ?? demi apa lu lesa ?? " ucap rayhan tidak percaya, sedangkan harlesa memutar mata nya . " buat apa gue boong han " ucap harlesa lalu mengambil novel dan membawa nya ke meja yang kosong . " bukan nya lu paling anti banget ya sama si saski " ucap rayhan lalu ikut duduk disamping harlesa " iya gue tau , gue juga ogah kali di suruh jadi guru les nya tuh manusia , tapi ini di perintahin langsung sama bu reti " ucap harlesa ia menghembuskan nafas kasar, poor harlesaL " dan gue gak bisa nolak nya , han " lanjut harlesa , rayhan pun mengelus ngelus pundak harlesa, seolah memberi semangat. " yang sabar ya lesa , mungkin ini adalah cobaan dari tuhan " ucap rayhan lalu terkikik geli, dengan kesal pun harlesa memukul bahu rayhan - skip pulang sekolah - Dengan semangat nya saski melangkah kan kaki nya menuju ke kelas nya harlesa , walau jarak dari gedung ips menuju gedung ipa itu jauh tapi tidak mematahkan semangat saski, menjemput sang gadis nya. Kaki panjang nya itu berenti di tengah jalan saat melihat perempuan yang berhasil memenangkan hati nya , ia tersenyum lalu berjalan mendekati harlesa . " my harley quinn " panggil saski , harlesa menengok kearah saski dengan tatapan datar . " apa " ucap harlesa datar , saski tidak bisa menahan senyuman nya " kapan kamu mau ajarin aku matematika " tanya saski , sedang kan harlesa diam " handphone lu mana ?? " ucap harlesa saski menatap heran harlesa lalu memberikan ponsel yang berlambangkan apel digigit . Harlesa pun mengotak ngatik ponsel saski . " nihh disitu ada line gue , nanti gue line kapan kita bakal les nya " ucap harlesa lalu pergi menuju depan gerbang . Saski tersenyum senang , tanpa susah dia dapat id line nya harlesa tanpa harus berlari lari mengejar harlesa atau pun menjahili dan membuat emosi harlesa . Saski pun berjalan menuju parkiran , saat saski lewat gerbang dia melihat harlesa menaiki motor dan berpegangan dengan laki laki , tiba tiba emosi dia naik , kesal , marah bercampur aduk, siapa laki laki itu? Kenapa dia menjemput harlesa? Bahkan harlesa mau berpegangan dan memeluk laki laki itu. Dengan kesal dia mengambil motor lalu mengendarai motor itu dengan kecepatan diatas rata rata , dia melampias kan kekesalan nya di kecepatan motor nya . Motor nya itu pun memasuki area parkiran apartement yang lumayan mewah , dia pun memasuki lift tak lama lift itu berhenti di lantai 15 dia pun melangkah kan kaki nya menuju ke apart milik nya . Dengan kasar nya dia membuka pintu dan menutup nya kembali , dengan gontai dia berjalan menuju kamar nya dan mehempaskan tubuh nya di kasur empuk milik nya . Dia terus menerus memikir kan laki laki yang bersama harlesa tadi , dia siapa nya harlesa ?? Apakah pacar nya ?? . " arggghhh harlesa celine adhinata , you're mine " teriak saski lalu tak lama dia tertidur karna lelah pikiran.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN