04

590 Kata
- Author pov - " lesa kamu mau berangkat bareng kakak gak " teriak axell dari lantai bawah , harlesa yang mendengar teriakan kakak nya yang membahana lantas cepat turun . " bareng lah atuh kalo kakak berangkat deluan lesa sama siapa " ucap harlesa lalu menggeret axell keluar rumah. Padahal yang memburu buru in itu axell tapi kenapa sekarangan axell yang diseret? mereka pun pergi menuju kesekolah harlesa menggunakan motor milik axell , dalam perjalanan hanya ada keheningan dan suara deru motor axell . tak lama mereka pun sampai di sekolah harlesa , tiba tiba mereka menjadi sorotan siswa siswi, bagaimana tidak jadi sorotan axell tampan dan harlesa lebih dikenal sebagai perempuan yang dikejar kejar si biang rusuh sekolah. axell pun mencium pipi kanan harlesa lalu pergi menuju kampus nya , harlesa pun menghiraukan tatapan tatapan para siswa dan siswi karna dia juga udah biasa di tatap seperti itu , dia pun memasuki kelasnya lalu duduk disamping teman nya yaitu Amelia Berlanda . " ehh lesa gue nyontek fisika yang halaman 34 dong " ucap amel dengan malas harlesa mengambil buku fisika yang ada di tas nya lalu menyerah kan pada amel. dengan wajah sumringah amel mengambil buku itu lalu mulai menyalin pr tersebut dengan cepat karna bell masuk akan segera berbunyi. tak lama bel berbunyi guru pun memasuki kelas , harlesa pun konsentrasi pada pelajaran yang menurut nya mudah, mana ada sih pelajaran yang tidak di pahami harlesa yang notabenen nya sering dikirim untuk perwakilan olimpiade. tak lama seorang siswi mengetuk pintu lalu masuk kedalam ruang kelas nya harlesa , dia berbicara dengan guru itu lalu. Harlesa mendengus karna konsentrasi nya terpecahkan akibat gangguan itu " Harlesa Celine Adhinata kamu dipanggil bu reti " ucap bu lina , harlesa pun berdiri dan mengikuti murid itu sampai keruangan bu reti si guru matematika yang lumayan killer bagi beberapa siswa. sesampai nya disana harlesa melihat saski yang sedang di cermahi oleh bu reti, wajah malas saski begitu kentara, namun saat harlesa masuk ke ruang guru wajah nya langsung berubah 180 derajat, bu reti pun menoleh kearah harlesa lalu tersenyum . " harlesa , kemari nak " ucap bu reti sembari melambaikan tangan nya memanggil harlesa untuk mendekat " ibu manggil saya ya ?? ada apa ya bu ?? " tanya harlesa sopan dan sedikit menunduk, karna posisi bu reti duduk. " ibu mau minta tolong , tolong kamu jadi guru bimbing nya saski , nilai matematika dia jelek sekali dan nilai nilai dia juga semua kurang. saya mau kamu ajarin saski sampai bisa dan sampai nilai dia tuntas juga " ucap bu reti sedikit memelas agar harlesa menyetujui permintaan nya, sedangkan saski tersenyum senang mendengar ucapan bu reti namun berusaha dia sembunyikan agar tidak kentara. " maaf bu bukan nya saya tidak sopan , saya kan sama saski berbeda jurusan saki ips saya ipa " ucap harlesa sedikit ngeles " dan teresa juga pintar matematika bu , rayhan juga kenapa hanya saya bu ?? " lanjut harlesa menatap saski sebentar lalu menatap bu reti kembali " saya lebih percaya kamu , soal nya kamu itu galak pada saski saya pernah liat kamu nge galakin saski , kalo kamu berhasil membuat saski pintar matematika , kamu bakalan dapet hadiah dari saya , gimana ?? " tawar bu reti , harlesa pun menghebuskan nafas pasrah lalu mengangguk, ia sebenarnya sangat tidak rela. saski yang melihat itu berbinar , akhir nya dia dan harlesa akan berdekatan tanpa harus saski berlari mengejar harlesa yang lari meninggalkan dia , dengan cepat saski mencium tangan bu reti lalu bergumam terima kasih . sebaiknya dia harus mengadakan acara tumpengan pikir saski yang sangat berlebihan   
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN