Prolog
Kisah romansa setiap manusia memang tidak sama. Ada yang mengatakan, jodoh itu merupakan sebuah pilihan. Namun banyak juga yang berpendapat, bahwa jodoh juga terjadi atas takdir Tuhan. Bagi manusia, menikah merupakan sebuah tujuan hidup yang mereka inginkan. Apalagi untuk seorang gadis, mereka ingin meraih mimpi indah terjadi di dalam sebuah pernikahan. Meskipun sudah memiliki pasangan yang tepat, namun para gadis akan berpikir berulang kali untuk berikrar janji suci. Kegagalan merupakan sebuah malapetaka besar yang merusak indahnya kehidupan.
Kemudian, sebuah pernikahan juga tidak bisa diputuskan secara sembarangan. Butuh kekuatan mental untuk menghadapinya. Bahkan dalam pikiran pasti akan selalu muncul, apakah dia layak? Mungkinkah akan bahagia setelah menikah? Hingga mempertanyakan kembali segalanya. Di bumi tempat berdiam, tidak sedikit pasangan yang sudah berpacaran bertahun-tahun, nyatanya menyadari adanya ketidakcocokan dan memutuskan untuk berpisah. Banyak sekali yang melanggar komitmen mereka, ketika mendekati hari perkawinan. Ujian juga bermunculan untuk melatih diri menyatukan dua hati yang berbeda. Namun, apakah untuk mendapatkan jodoh cukup hanya dengan cinta? Begitu banyak yang kandas dalam kisah percintaan. Ternyata sebuah hubungan yang berdasar pada tulusnya cinta, kesetiaan, serta kejujuran, akan berakhir dengan dilema, jika tidak dilakukan oleh kedua belah pihak.
Seperti yang terjadi pada kisah Diandra, meski telah berpegang teguh pada perinsip yang mengagumkan, namun masih tetap merasakan sakitnya hati yang terluka. Sebuah mimpi yang selama ini dirangkai, pupus dengan begitu saja. Sebuah pernikahan yang telah direncanakan oleh kedua belah pihak, kini penderitaan harus dihadapinya seorang diri. Rasa curiga pada pasangan yang berubah perilaku, membuat hati semakin sulit untuk melangkah pada jenjang yang lebih jauh. Ketidaksetiaan pasangan, pengkhianatan, serta perselingkuhan yang terjadi, telah membuat perasaan seorang gadis hancur berserakan. Tetapi Diandra bukanlah wanita yang dengan mudah melangkah mundur. Meskipun hatinya hancur berkeping-keping, tetapi sebuah perinsip tetap menjadi yang utama. Dengan rasa yang terpecah dan terus mencoba untuk menerima kenyataan, maka Diandra berusaha menahan segala duka yang diterimanya.
Jika benar telah muncul seorang lain yang bisa menutup luka dengan sempurna, mungkinkah seorang gadis seperti Diandra yang telah terlanjur mencintai, akan dengan mudah berpaling? Namun jodoh tidak bisa diperkirakan, akankah tetap pada orang yang sama atau berpindah ke lain hati? Meskipun tidak dapat dipungkiri, seseorang dengan sikap yang begitu hangat, pasti akan mendatangkan kebahagiaan yang terlanjur sirna. Inilah kisah di mana sebuah hubungan dipertanyakan. Seulas ikrar janji yang terucap, namun berjalan sia-sia, hingga sebuah ikatan akan terjadi atas takdir yang telah ditentukan.