Aku menatap langit yang berubah muram, karena matahari sudah membenamkan dirinya, sedangkan bulan telah terlihat menggantung tinggi di angkasa luas. “Apa Kakak tahu? Kenapa matahari menghilang ketika malam gelap?” aku menatap Virza yang sedang memanggang seekor daging ayam utuh dengan sebatang kayu menusuk bagian tengahnya. Virza tampak berpikir. “Mungkin karena sudah menjelang malam,” gagasnya. Aku menggelengkan kepala. “Apa Kakak pernah mendengar, kalau sinar bulan berasal dari matahari? Benda malam di langit itu hanya sebuah batu yang melayang saja tanpa memiliki sinar secercah pun.” Aku menatap bulatan yang tampak terang. “Matahari ibarat seorang pria yang mencintai kekasihnya. Dia rela tidak terlihat, tapi ada. Dia membiarkan dirinya tidak diperdulikan, asalkan bula

