"Ini semua Mama lakukan bukan bermaksud untuk menyakitimu atau Ayah, tidak sama sekali. Tapi tetap saja maafkan, Mama." Sarah terus berbicara seolah Kia yang tertidur di pangkuannya itu mendengar semua. Hujan sudah berhenti beberapa saat yang lalu, hasrat Sarah untuk bertemu dan melakukan perpisahan yang terakhir dsn terbaik untuk putrinya telah ia tuntaskan. Baginya, ini sudah cukup. Ia juga harus tau diri terhadap Andre yang telah ia lukai hatinya. Sarah memindahkan kepala Kia dengan hati-hati di bantal. Ia mengelus surai rambut putrinya dengan sayang. "Maafkan, Mama. Mama harus pergi," bisik Sarah sambil mencium kening Kia cukup lama. Sekali lagi, air mata itu kembali menetes. Dengan berat hati, Sarah beranjak dari ranjang dengan hati-hati agar tidak membangunkan Kia. "Mama, jangan

