Matanya berat untuk terbuka. Pikirannya terombang ambing seakan ada yang sudah membuat keadannya kacau seperti ini. "Maya!" Maya seketika menegakkan duduknya di depan komputer yang harus ia selesaikan beberapa data untuk menyelesaikan pekerjaan ia di salah satu perusahaan ternama yang merupakan tempat magang dan juga perusahaan milik Hasan. "Apa kau tidak tidur?" bisik salah satu temannya bertanya. Maya mengangguk. Itu benar sekali. Semalaman ia tidak tidur. Pikirannya kalang kalut. Dilema? Sepertinya iya, itu yang Maya rasakan sampai detik ini belum menemukan jawaban. Hal itu yang membuat lingkaran hitam memenuhi area bawah matanya jelas tercetak. "Aish! Apa yang akan kujelaskan padanya!" Maya mengusap wajahnya. Ia berdiri untuk mencuci mukanya agar tidak mengantuk lagi saat menger

