Kecelakaan

1750 Kata

"Kenapa kalian menatapku seperti ini?" Diana tertawa renyah. Sarah menatap Zain yang menatap tak percaya pada Diana. Bahkan mulutnya sedikit bergetar. Surat yang ia kira adalah pemutusan ahli warisan yang ternyata jatuh seutuhnya pada dirinya. Jelas ia tahu masih memiliki adik yang tinggal di luar negeri. "Mom...." "Kenapa terburu-buru?" Zain berdiri dari tempatnya. Diana menatap Sarah sambil tersenyum. "Sarah, bisa kamu tinggalkan kami berdua." Sarah menatap Zain yang mengangguk setuju untuk ia tinggalkan mereka berbincang berdua saja. Sarah berdiri dan meninggalkan mereka berdua. Meski Sarah pun masih bingung, surat apa yang dipegang oleh Zain sedari tadi. "Mom, maksudnya?" Diana mengernyitkan keningnya. Ia menatap bingung pada Zain yang malah terlihat tidak suka padanya. "Ada a

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN