"Maya!" Raihan mencegah Maya yang langsung turun saat mereka baru saja sampai di parkiran rumah sakit. Mobil lain hampir menabrak Maya, ah lebih tepatnya Maya yang menabrak mobilnya. "Maya!" Maya tidak peduli dan tetap berlari ke dalam rumah sakit. Raihan hanya bisa menatap semua yang terjadi pada Maya hanya karena seorang duda beranak satu. Hatinya sedikit sakit melihat Maya yang terlihat benar menyukai duda itu karena rasa cemas jelas diperlihatkan oleh Maya melewati semua sikap nya. "Maya!" Hasan langsung berdiri di tempatnya melihat Maya yang berlari dengan jilbab yang sudah berantakan. "Lo tenang dulu," ujar Hasan saat Maya sampai tepat di hadapan nya dengan napas yang terputus-putus, persis seperti Hasan tadi saat ke rumah sakit. Cemas. Mereka berdua sama-sama merasa cemas. Beda

