Raihan langsung menghentikan mobilnya dan menempatkan di tepi jalan. Maya menggigit bibirnya. Ia baru saja keceplosan. Dalam hatinya sudah menggerutu berkali-kali. "Ah, ada apa, Han?" tanya Maya berpura-pura tidak paham dengan tingkah Raihan. Sementara Raihan menatap kosong lurus ke depan. "Lo ... mau nikah? Sama duda itu?" tanya Raihan sambil menoleh pada Maya dengan tatapan yang tak bisa diartikan. Maya menatap balik ke Raihan dengan ragu. Ia mengangguk tanpa menatap langsung ke arah Maya. Raihan menepuk jidatnya. "Lo kenapa buru-buru mutusin ini? Lo baru kenalan sama dia!" "Sama gue yang udah lama, kenapa gak sama gue, May!" lanjut Raihan dalam hatinya yang kecewa dengan tindakan besar yang diambil oleh Maya, sosok gadis yang sudah lama ia sukai. Namun, agar pertemanan mereka tet

