Maya Dilema

1560 Kata

"Mayaa!" Suara menggelegar di pagi hari membuat putri tidur Maya terbangun dari tidurnya dengan masih lengkap menggunakan mukenah setelah sholat subuh ia ketiduran. "Enggh ... siapa yang datang pagi-pagi seperti ini?" Maya dengan keadaan yang masih belum sadar sepenuhnya terbangun dan berjalan ke arah pintu kamarnya untuk keluar membuka pintu utama rumahnya. Selama ini Maya tinggal sendiri karena memutuskan untuk kuliah di luar kota dan lumayan jauh dari tempat asalnya. Kreek! Pintu terbuka dengan wajah Maya yang masih menggosok-gosok matanya agar bisa terbuka sempurna. "Maya!" Maya terkejut mendengar suara yang familiar itu. Ditatapnya Pria tinggi di hadapannya sambil menenteng koper yang besar. Perlahan mulut Maya terbuka. Pria di hadapannya tertawa geli melihat ekspresi wajah.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN