Sarah yang tertidur, membalikkan badannya ke arah Zain yang biasa tidur di sebelahnya. Menemukan keganjalan, Sarah membuka matanya perlahan. Tak ada objek yang belakangan ini selalu ia dapati ketika terbangun dari tidur. Benar, Zain. "Kemana dia pergi selarut ini?" Sarah mengucek matanya dan melihat ke arah jam yang sudah menunjukkan jam 1 malam. Dahi Sarah berkerut karena heran kemana perginya Zain selarut ini. Saat nyawanya sudah terkumpul semua, Sarah beranjak dari ranjang dan memakai mukenahnya. Ia berjalan menuju keluar kamar. Langkah Sarah terhenti ketika mendapatkan lampu ruang tengah menyala. Tak hanya itu, Sarah juga melihat ada bayangan, artinya ada seseorang di sana. Suara yang tak asing pun Sarah dengar. "Itu Zain, tapi dia bicara dengan siapa?" Sarah dengan langkah kec

