Maya menghentak-hentakkan kakinya. Ia sedikit gugup duduk di sebelah Andre dan berhadapan dengan Fian, Kakak kandungnya. Sementara itu Fian yang mengajak mereka berdua untuk berbicara lebih lanjut di cafe sekitar perusahaan yang ada. Ia menatap Andre dan Maya secara bergiliran. Ekor matanya tidak berhenti bergerak seakan mencari sesuatu diantara kedua makhluk di hadapan nya. "Ada apa? Apa harus saya yang bertanya pada kalian berdua?" Andre melirik ke arah Maya yang terus menunduk cemas. Ia malah senang mengetahui Maya ternyata adik yang selama ini Fian ceritakan. Fian adalah teman lama yang setia padanya, bahkan ia pernah menawarkan untuk bekerja di tempat kerja Fian. Namun, Andre lebih memilih bersama Hasan yang sudah seperti saudaranya sendiri. Lama menunggu keduanya, Fian menyesap

