Anggun bangkit dari posisi berbaringnya yang sejak tadi tidak nyaman. Dia sudah berniat tidur, tapi sayangnya matanya terlalu sulit untuk diajak berkompromi. Anggun tetap segar meski jam sudah sudah menunjukkan pukul sebelas malam lebih. Anggun melirik tempat tidur sebelahnya yang masih kosong dan mendengus. Anggun turun dari ranjangnya untuk mencari tahu. Dan sebenarnya dia pun tahu di mana Mandala berada. Opsinya hanya dua, kalau tidak ada di ruang kerjanya untuk lembur, maka sudah pasti Mandala ada di depan televisi layar besarnya untuk melihat bola. Dan Anggun geleng-geleng kepala saat dugaannya benar. Sebulan lebih menjadi istri Mandala dan tidak terlalu sulit untuk memahami pria yang berstatus suaminya itu. Meski statusnya di kantor adalah bos besar, tapi pria itu tetaplah pria bi

