EXTRA PART

2139 Kata

Delapan bulan kemudian. Anggun memasuki kamarnya, begitu juga dengan Mandala yang mengekorinya. Karena Mandala yang terakhir masuk, dia langsung menutup pintu dan menguncinya. Pria itu menatap Anggun dan kamarnya –ralat, kamar mereka- dengan tatapan yang sulit untuk dijabarkan. Keduanya bertatapan sebentar dan tertawa beberapa detik kemudian. “Hai, Nyonya Mandala Adyatama.” Goda Mandala yang membuat pipi Anggun bersemu merah. Anggun tersenyum dan duduk di atas ranjangnya. Mandala mendekati Anggun dan secara spontan pria berjongkok sambil memainkan tangan Anggun. “Aku seneng karena berhasil menikahi kamu. Aku bener-bener bakal tidur nyenyak malem ini.” Kata Mandala bersungguh-sungguh. Anggun menatap Mandala dari posisinya dengan senyum manisnya. Ya, tadi pagi mereka sudah berhasil mel

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN