KAMU ADALAH BERLIAN

1742 Kata

Dua insan itu bergandengan tangan sambil terus berjalan menyusuri bibir pantai. Sesekali ombak datang dan mengenai kaki mereka yang telanjang. Dua sejoli itu tertawa senang bersama-sama. “Mau ngapain sih ke sini?” Tanya Anggun untuk yang ketiga kalinya. Dia gemas karena sejak tadi pertanyaannya tak kunjung dijawab dengan jelas. “Jangan cuma senyum-senyum dong. Dijawab. Aku jadi takut nanti kamu apa-apain lagi.” Pria itu –Mandala- tergelak mendengar jawaban Anggun. “Nggak boleh berburuk sangka sama calon suami. Lagian ya, kalo aku mau ngapa-ngapain kamu juga nggak apa-apa. Aku bakal tanggung jawab kok. Apalagi sebentar lagi halal.” Anggun melepaskan gandengan tangannya dengan pelototan tajam. “Baru calon udah kayak gitu, kamu mau babak belur di tangan Mas Fendi?” Mandala langsung berdec

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN